Senin, 14 September 2026
Hot

Jambi Pelopor Inisiatif DEKSI untuk Adaptasi Kesehatan Perubahan Iklim

Jambi memimpin dengan inisiatif DEKSI, memberdayakan masyarakat untuk adaptasi kesehatan terhadap perubahan iklim. Program ini menunjukkan aksi lokal mengatasi risiko kesehatan lingkungan.

Article ad before first paragraph

HARIANEXPRESS – Di Jambi, cuaca yang tidak menentu kini memengaruhi kesehatan masyarakat secara luas. Perubahan pola curah hujan dan peningkatan suhu global mengubah penyebaran penyakit serta menantang program kesehatan tradisional.

Untuk menghadapi kondisi ini, Inisiatif Desa/Kelurahan Sehat Iklim (DEKSI) hadir membantu masyarakat. DEKSI adalah inisiatif berbasis komunitas yang mendorong desa beradaptasi dan tetap sehat di tengah perubahan iklim, mengandalkan keterlibatan aktif masyarakat.

Jambi Pelopor Adaptasi Kesehatan Iklim

Jambi menjadi provinsi pertama di Indonesia yang menerapkan inisiatif ini, dimulai sebagai Desa Desi dan kemudian DEKSI. Langkah ini menunjukkan bagaimana aksi lokal efektif mengatasi risiko kesehatan terkait iklim.

Perjalanan dan Dukungan untuk DEKSI

Inisiatif ini dimulai pada 2018, setelah tim Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jambi mengikuti pelatihan adaptasi iklim oleh Kementerian Kesehatan dan WHO. Pelatihan tersebut membuka wawasan Susilawati, seorang sanitarian Dinkes Provinsi Jambi.

Article ad in the middle of article

“Saya menyadari betapa pentingnya membawa hal ini ke desa-desa. Perubahan iklim memengaruhi kesehatan, dan masyarakat perlu belajar beradaptasi,” ujarnya.

Pada 2019, Susilawati mulai mempromosikan desa tangguh iklim di seluruh provinsi, memanfaatkan program yang sudah ada. Pimpinan Dinkes mendukung gagasan ini, menyiapkan kebijakan provinsi, dan menjelaskan kepada gubernur.

Gubernur Jambi Al Haris memandang DEKSI sebagai respons strategis terhadap kerentanan Jambi terhadap perubahan iklim. Surat Keputusan Gubernur pada 2024 memberikan dasar hukum dan pendanaan provinsi.

“Kami memutuskan untuk memulai dari bawah, membantu desa memahami pentingnya menjaga iklim dan ekosistem mereka,” kata Gubernur Al Haris.

Kementerian Kesehatan telah menerbitkan pedoman khusus dan Rencana Aksi Nasional Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim Sektor Kesehatan 2025–2030. Provinsi didorong membuat Rencana Aksi Daerah; pada September 2025, DEKSI diperluas mencakup kelurahan.

Dampak Nyata DEKSI di Desa Sri Agung

Di Desa Sri Agung, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, DEKSI melibatkan berbagai jaringan masyarakat. Kader kesejahteraan keluarga mempromosikan pengelolaan sampah, kader kesehatan mengedukasi, dan pemuda berkampanye digital.

Pendekatan partisipatif ini berbeda dari program kesehatan tradisional yang top-down.

“Awalnya kami agak terkejut, jadi harus belajar dan berdiskusi dengan rekan-rekan dari puskesmas dan dinas-dinas terkait,” kata Ani Rizka Amelia, anggota kelompok kerja DEKSI di Sri Agung.

Kelompok kerja mengidentifikasi tantangan kesehatan iklim, merancang solusi, dan melaksanakan intervensi. Thobrani, Kepala Desa Sri Agung, melaporkan antusiasme warga dalam merencanakan kegiatan.

Pada 2024, Desa Sri Agung mengalokasikan Rp67 juta untuk mendukung kegiatan desa tangguh iklim, termasuk pelatihan kader dan pemasangan tempat sampah.

Maria, sanitarian di Puskesmas Talang Bakung, melihat gotong royong masyarakat sebagai aset utama DEKSI. Mereka memulai dengan edukasi pengelolaan sampah, pencegahan demam berdarah, gizi, dan tanaman obat.

Warga menanam berbagai tanaman sebagai obat untuk penyakit umum, yang bermanfaat saat akses layanan kesehatan terganggu bencana terkait iklim, meliputi:

  • Jahe untuk meredakan peradangan.
  • Seledri untuk menurunkan tekanan darah.
  • Lidah buaya untuk menyembuhkan kulit.
  • Serai untuk mengusir nyamuk.

Sayuran dari lahan bersama juga digunakan untuk puding balita posyandu dan dijual. Pemeriksaan rutin serta pemberantasan sarang nyamuk ditingkatkan, bersama upaya pengadaan komposter dan mesin pencacah sampah.

Perubahan nyata terlihat di Sri Agung; kasus ISPA turun dari 7 menjadi 3, dan diare dari 2 menjadi nol antara 2023 dan 2024.

“Dulu orang membuang sampah sembarangan. Sekarang, sampah dipilah. Sebagian untuk kompos, sebagian untuk dijual,” kata Thobrani.

Di Talang Bakung, DEKSI membantu warga mempertahankan nol kasus diare, infeksi cacing, malaria, dan demam berdarah selama tiga tahun berturut-turut.

Jambi sebagai Model Ketahanan Iklim

dr. Then Suyanti, Direktur Kesehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan, memandang kepemimpinan Jambi sebagai model bagi provinsi lain.

“Yang saya lihat di Jambi adalah kuatnya komitmen kepemimpinan lokal. Ini akan menjadi contoh atau model bagi provinsi lain untuk mempercepat pelaksanaan DEKSI,” ujarnya.

Gubernur Al Haris terus mendorong daerah lain mengadopsi DEKSI. Ia menekankan pentingnya bertindak cepat demi masa depan.

Susilawati juga sepakat bahwa menjaga lingkungan sekarang adalah investasi bagi generasi mendatang. Ani Rizka Amelia merasakan peningkatan kesadaran dan keaktifan masyarakat.

Model DEKSI di Jambi ini menggeser respons kesehatan dari reaktif ke adaptasi proaktif berbasis komunitas, membentuk ketahanan iklim baru di Indonesia.

Article ad after last paragraph