HARIANEXPRESS – Liburan tidak selalu identik dengan berhenti beraktivitas. Saat menghabiskan waktu bersama Rezky Aditya di Bali, Citra Kirana tetap menikmati sejumlah kegiatan aktif, mulai dari bermain padel hingga menjajal jet ski. Pilihan tersebut menunjukkan bahwa waktu beristirahat dan kebiasaan bergerak dapat berjalan beriringan.
Meninggalkan rutinitas sejenak melalui liburan memang memberi kesempatan untuk beristirahat. Namun, waktu santai tidak harus membuat seseorang sepenuhnya meninggalkan aktivitas fisik.
Hal tersebut terlihat dari perjalanan Citra Kirana dan Rezky Aditya ketika berlibur ke Bali. Keduanya menikmati waktu berdua tanpa membawa putra mereka, Athar, sekaligus mengisi perjalanan dengan sejumlah aktivitas. Citra terlihat bermain jet ski dan tetap meluangkan waktu untuk padel, olahraga yang saat itu sedang ia gemari.
Tetap Aktif Meski Sedang Berlibur
Dalam keseharian yang padat, perjalanan sering menjadi alasan untuk menghentikan sementara berbagai rutinitas, termasuk olahraga. Padahal, aktivitas fisik dapat tetap dilakukan dengan cara yang lebih fleksibel selama liburan.
Tak harus menjalani latihan formal di pusat kebugaran. Berjalan kaki, berenang, bersepeda, atau memainkan olahraga yang disukai dapat menjadi cara untuk menjaga tubuh tetap bergerak.
WHO merekomendasikan orang dewasa melakukan 150–300 menit aktivitas aerobik intensitas sedang per minggu, atau 75–150 menit aktivitas intensitas tinggi, maupun kombinasi keduanya. Aktivitas penguatan otot juga dianjurkan setidaknya dua hari dalam seminggu.
Rekomendasi tersebut tidak berarti setiap orang harus mengejar target olahraga yang berat selama liburan. Prinsip dasarnya justru sederhana: aktivitas fisik apa pun lebih baik dibandingkan tidak bergerak sama sekali.
Padel Tetap Jadi Pilihan Citra Kirana
Salah satu aktivitas yang tetap dilakukan Citra selama berada di Bali adalah padel.
Menurut detikTravel, Citra mengatakan dirinya sedang menyukai olahraga tersebut. Ia dan Rezky bahkan mencari lapangan yang tersedia agar bisa tetap bermain selama liburan.
Pilihan tersebut memperlihatkan satu pendekatan yang realistis dalam mempertahankan gaya hidup aktif: membawa aktivitas yang memang disukai ke dalam suasana liburan.
Olahraga akan terasa lebih mudah dijalani secara konsisten ketika aktivitasnya tidak dianggap sebagai kewajiban semata.
Bagi sebagian orang, bentuknya bisa berupa padel. Bagi yang lain, mungkin berjalan kaki, berenang, yoga, bersepeda, atau aktivitas rekreasi lainnya.
Olahraga Tidak Harus Terpisah dari Rekreasi
Aktivitas fisik sering dipandang sebagai sesuatu yang harus memiliki jadwal dan tempat khusus.
Padahal, WHO mendefinisikan aktivitas fisik secara luas sebagai gerakan tubuh yang membutuhkan pengeluaran energi, termasuk yang dilakukan ketika bekerja, bepergian, maupun berekreasi. Aktivitas fisik secara teratur berkaitan dengan manfaat bagi kesehatan fisik dan mental.
Karena itu, konsep active vacation dapat menjadi alternatif bagi orang yang ingin tetap bergerak tanpa mengubah liburan menjadi program latihan.
Kuncinya bukan membuat setiap aktivitas menjadi olahraga berat, melainkan mencari kesempatan untuk bergerak secara natural.
Berjalan menjelajahi kawasan wisata, menggunakan tangga, berenang, atau memainkan olahraga favorit dapat menjadi bagian dari pendekatan tersebut.
Citra Juga Menjajal Jet Ski
Selain padel, Citra terlihat menikmati jet ski di laut Bali.
Aktivitas tersebut lebih tepat dipandang sebagai rekreasi aktif dan pengalaman wisata, bukan otomatis sebagai pengganti olahraga aerobik terstruktur. Besarnya aktivitas fisik yang dikeluarkan tentu bergantung pada durasi, intensitas, dan bagaimana kegiatan dilakukan.
Namun, pengalaman seperti ini menunjukkan bahwa liburan dapat diisi dengan aktivitas yang lebih dinamis dibandingkan hanya duduk atau beristirahat sepanjang hari.
Bagi sebagian wisatawan, variasi antara waktu santai dan kegiatan aktif justru membuat perjalanan terasa lebih menyegarkan.
Quality Time Juga Berkaitan dengan Kesejahteraan
Perjalanan Citra dan Rezky kali ini memiliki sisi lain yang menarik. Mereka menikmati Bali sebagai pasangan dan tidak membawa Athar dalam perjalanan tersebut.
Tentu, satu perjalanan tidak dapat digunakan untuk menyimpulkan kondisi kesehatan mental maupun kualitas hubungan seseorang.
Namun secara lebih luas, koneksi sosial yang positif memang merupakan bagian penting dari kesehatan dan kesejahteraan.
WHO menjelaskan bahwa kualitas hubungan—termasuk apakah interaksi terasa positif, suportif, dan memuaskan—merupakan salah satu dimensi penting dari koneksi sosial. Koneksi sosial yang baik juga dikaitkan dengan kesehatan dan kesejahteraan yang lebih baik sepanjang kehidupan.
Dengan demikian, menyediakan waktu untuk berinteraksi dengan orang terdekat dapat dilihat sebagai salah satu unsur dari kehidupan yang seimbang, meskipun bentuk dan kebutuhan setiap orang tentu berbeda.
Aktivitas Fisik Juga Mendukung Kesehatan Mental
Alasan untuk tetap bergerak tidak hanya berkaitan dengan kebugaran fisik.
WHO menyatakan bahwa aktivitas fisik teratur memberikan manfaat bagi kesehatan fisik dan mental, serta berperan dalam pencegahan dan pengelolaan sejumlah penyakit tidak menular.
Karena itu, olahraga tidak seharusnya semata-mata dipandang sebagai alat untuk menurunkan berat badan atau mengubah bentuk tubuh.
Aktivitas fisik memiliki fungsi yang jauh lebih luas, termasuk mendukung kebugaran, fungsi tubuh, dan kesejahteraan secara keseluruhan.
Pendekatan tersebut juga membuat hubungan seseorang dengan olahraga menjadi lebih sehat: bergerak karena tubuh membutuhkannya dan karena aktivitas tersebut menyenangkan, bukan sekadar mengejar angka tertentu.
Liburan Bukan Berarti Harus Mengejar Target
Meski mempertahankan aktivitas fisik bermanfaat, liburan tetap merupakan waktu untuk beristirahat.
Tidak ada keharusan mengubah setiap perjalanan menjadi agenda olahraga.
Bila tubuh sedang lelah, memberi waktu untuk pemulihan juga penting. Aktivitas selama liburan sebaiknya disesuaikan dengan usia, kebugaran, kondisi kesehatan, cuaca, serta kemampuan masing-masing.
Seseorang yang jarang berolahraga juga tidak perlu langsung meniru aktivitas figur publik dengan intensitas yang sama.
Mulai dari kegiatan sederhana dan meningkatkannya secara bertahap merupakan pendekatan yang lebih realistis.
Menemukan Aktivitas yang Benar-Benar Disukai
Cerita Citra menarik karena padel bukan sekadar kegiatan yang kebetulan tersedia di Bali.
Ia memang sedang menikmati olahraga tersebut sehingga tetap berusaha mencari lapangan ketika sedang berlibur.
Hal ini dapat menjadi inspirasi sederhana dalam membangun kebiasaan bergerak.
Daripada memilih olahraga karena sedang populer atau karena dilakukan orang lain, seseorang dapat mencari aktivitas yang paling sesuai dengan minat dan kemampuan dirinya.
Ketika kegiatan terasa menyenangkan, aktivitas fisik lebih mudah menyatu dengan rutinitas.
Liburan Sehat Tak Perlu Terlalu Rumit
Perjalanan Citra Kirana dan Rezky Aditya memberikan gambaran bahwa liburan aktif dapat dilakukan tanpa agenda kesehatan yang kaku.
Ada waktu untuk menikmati pantai, bermain jet ski, berolahraga padel, bertemu teman, sekaligus menikmati kebersamaan sebagai pasangan.
Keseimbangan semacam ini dapat menjadi pendekatan yang lebih realistis terhadap gaya hidup sehat.
Olahraga tidak harus selalu berlangsung di pusat kebugaran. Istirahat juga tidak harus berarti tidak bergerak sama sekali.
Yang lebih penting adalah menemukan pola yang sesuai dengan kondisi tubuh dan kehidupan masing-masing.
Pada akhirnya, gaya hidup sehat bukan hanya tentang seberapa keras seseorang berolahraga, tetapi bagaimana aktivitas fisik, istirahat, rekreasi, dan hubungan sosial dapat ditempatkan secara seimbang dalam keseharian.


