Jumat, 28 Agustus 2026
Hot

Liburan Aktif ala Luna Maya di Los Angeles, Bersepeda di Santa Monica Jadi Cara Tetap Bergerak

Ikuti jejak Luna Maya yang tetap aktif berlibur di Los Angeles. Bersepeda di Santa Monica dan tips liburan sehat ini bisa jadi inspirasi.

Article ad before first paragraph

HARIANEXPRESS – Liburan tidak selalu harus berarti berhenti berolahraga. Saat menghabiskan musim panas di Los Angeles, Luna Maya tetap aktif dengan bersepeda di kawasan Santa Monica, menikmati ruang terbuka, dan menjalani perjalanan dengan ritme santai. Aktivitas sederhana tersebut memperlihatkan bagaimana bergerak dapat tetap menjadi bagian dari keseharian, bahkan ketika sedang jauh dari rutinitas.

Kesempatan berlibur sering digunakan untuk beristirahat dari jadwal yang padat. Namun, waktu rehat tidak harus membuat tubuh sama sekali berhenti bergerak.

Hal tersebut terlihat ketika Luna Maya menghabiskan waktu di Los Angeles, California. Salah satu kegiatan yang dilakukannya adalah bersepeda mengelilingi Santa Monica sambil menikmati mural yang ditemui sepanjang perjalanan. Ia juga terlihat menikmati Griffith Park dan menghabiskan waktu bersama sejumlah sahabat.

Aktivitas Luna memberi gambaran sederhana tentang konsep active vacation: menikmati perjalanan tanpa harus meninggalkan kebiasaan bergerak.

Article ad in the middle of article

Bersepeda Jadi Bagian dari Liburan

Dalam potret yang dibagikan, Luna terlihat mengendarai sepeda di kawasan Santa Monica. IDN Times juga menggambarkan aktivitas tersebut sebagai bagian dari cara Luna tetap aktif selama liburan.

Bersepeda termasuk aktivitas yang dapat melibatkan kerja sistem kardiorespirasi, tergantung kecepatan, durasi, medan, dan intensitasnya.

WHO merekomendasikan orang dewasa melakukan 150–300 menit aktivitas aerobik intensitas sedang dalam seminggu, atau 75–150 menit aktivitas intensitas tinggi, maupun kombinasi keduanya. Latihan penguatan otot juga direkomendasikan setidaknya dua hari per minggu.

Namun, rekomendasi tersebut tidak berarti setiap sesi olahraga harus panjang atau berat.

Aktivitas fisik dapat dikumpulkan melalui berbagai kegiatan yang dilakukan secara konsisten. Karena itu, berjalan kaki, bersepeda, berenang, atau bentuk rekreasi aktif lainnya dapat menjadi bagian dari pola hidup yang lebih aktif.

Olahraga Tidak Harus Selalu di Gym

Salah satu hal menarik dari aktivitas Luna adalah olahraga dilakukan sambil menikmati perjalanan.

Tidak ada pemisahan tegas antara “waktu berolahraga” dan “waktu berlibur”. Bersepeda sekaligus menjadi cara menjelajahi lingkungan Santa Monica.

Pendekatan seperti ini sejalan dengan pengertian aktivitas fisik yang luas.

WHO menjelaskan bahwa aktivitas fisik mencakup seluruh gerakan tubuh, termasuk gerakan ketika bekerja, bepergian, maupun melakukan kegiatan rekreasi. Aktivitas fisik secara teratur juga berkaitan dengan manfaat bagi kesehatan jantung, metabolik, kesehatan mental, kualitas hidup, dan kesejahteraan secara keseluruhan.

Dengan demikian, seseorang tidak harus selalu memiliki akses ke pusat kebugaran untuk tetap aktif.

Ketika sedang bepergian, kesempatan bergerak dapat ditemukan melalui kegiatan yang paling sesuai dengan destinasi dan kondisi tubuh.

Liburan Bisa Menjadi Kesempatan Bergerak Lebih Banyak

Menariknya, perjalanan justru sering menghadirkan lebih banyak kesempatan untuk bergerak dibandingkan rutinitas sehari-hari.

Wisatawan mungkin berjalan lebih jauh, menjelajahi taman, bersepeda, atau mengunjungi kawasan kota dengan berjalan kaki.

Dalam perjalanan Luna, selain bersepeda di Santa Monica, ia juga terlihat menikmati Griffith Park, salah satu ruang terbuka yang menjadi bagian dari agendanya di Los Angeles.

Aktivitas seperti ini dapat menjadi alternatif bagi orang yang tidak terlalu menikmati olahraga formal.

Daripada memaksakan latihan dengan metode tertentu, aktivitas fisik dapat dimasukkan ke dalam pengalaman yang memang menyenangkan.

Konsistensi Lebih Penting daripada Memaksakan Intensitas

Melihat figur publik berolahraga memang dapat memberi inspirasi, tetapi aktivitas mereka tidak perlu ditiru persis.

Kemampuan fisik setiap orang berbeda.

Usia, tingkat kebugaran, kondisi medis, cuaca, lingkungan, dan pengalaman olahraga perlu dipertimbangkan sebelum menentukan intensitas aktivitas.

WHO menekankan bahwa melakukan sejumlah aktivitas fisik tetap lebih baik dibandingkan tidak bergerak sama sekali. Aktivitas kemudian dapat ditingkatkan secara bertahap sesuai kemampuan.

Artinya, seseorang yang baru mulai bersepeda tidak perlu langsung mengejar jarak jauh.

Durasi yang lebih singkat dengan intensitas nyaman dapat menjadi titik awal yang lebih realistis.

Beraktivitas di Musim Panas Perlu Lebih Berhati-hati

Ada satu konteks penting dari perjalanan Luna: ia berada di Los Angeles saat musim panas, dan artikel sumber bahkan menggambarkan suasana kota yang terik.

Aktivitas di luar ruang saat cuaca panas membutuhkan perhatian tambahan.

CDC merekomendasikan untuk membatasi aktivitas luar ruang pada waktu ketika matahari paling terik jika memungkinkan, memilih waktu yang lebih sejuk, meningkatkan aktivitas secara bertahap, serta memperhatikan kecukupan cairan.

Karena itu, semangat untuk tetap aktif sebaiknya tetap diimbangi dengan kemampuan membaca kondisi lingkungan.

Olahraga yang biasanya terasa ringan dapat menjadi lebih berat ketika dilakukan pada suhu tinggi.

Jangan Menunggu Haus untuk Minum

Hidrasi merupakan salah satu aspek yang perlu diperhatikan selama aktivitas fisik di lingkungan panas.

CDC menyarankan orang yang aktif dalam cuaca panas untuk minum air secara teratur dan tidak selalu menunggu sampai rasa haus muncul.

Kebutuhan cairan setiap individu tentu tidak identik.

Intensitas aktivitas, durasi, suhu, kelembapan, tingkat keringat, kondisi kesehatan, dan obat tertentu dapat memengaruhi kebutuhan masing-masing.

Karena itu, fokusnya bukan sekadar mengejar jumlah air tertentu, melainkan memastikan tubuh tidak kekurangan cairan selama aktivitas.

Lindungi Tubuh dari Paparan Matahari

Aktivitas bersepeda maupun berjalan kaki di luar ruang juga berarti tubuh lebih lama terpapar sinar matahari.

CDC merekomendasikan penggunaan perlindungan seperti tabir surya sesuai petunjuk penggunaan, serta menyarankan penjadwalan aktivitas pada waktu yang lebih sejuk ketika kondisi panas menjadi perhatian.

Pakaian yang ringan dan nyaman juga dapat membantu ketika beraktivitas dalam cuaca panas.

Dengan demikian, active vacation tidak hanya berbicara mengenai seberapa banyak tubuh bergerak, tetapi juga bagaimana aktivitas tersebut dilakukan secara aman.

Tetap Aktif Bukan Berarti Liburan Harus Menjadi Program Olahraga

Ada perbedaan antara menikmati liburan aktif dan menjadikan seluruh perjalanan sebagai sesi latihan.

Liburan tetap memiliki fungsi sebagai waktu untuk beristirahat.

Dalam perjalanan Luna, selain bersepeda, terdapat pula kegiatan yang lebih santai seperti bertemu sahabat dan menikmati kopi. Ia juga sempat bertemu Bunga Citra Lestari yang kala itu berada di Los Angeles untuk urusan pekerjaan.

Perpaduan antara bergerak dan beristirahat justru membuat perjalanan terlihat lebih seimbang.

Seseorang tidak harus merasa bersalah ketika memilih bersantai setelah seharian berjalan atau bersepeda.

Pemulihan tetap menjadi bagian dari aktivitas fisik yang sehat.

Aktivitas yang Menyenangkan Lebih Mudah Menjadi Kebiasaan

Salah satu tantangan terbesar dalam menjaga kebugaran adalah konsistensi.

Olahraga yang terasa terlalu berat atau membosankan sering sulit dipertahankan dalam jangka panjang.

Karena itu, memilih aktivitas yang menyenangkan dapat menjadi pendekatan yang lebih realistis.

Bersepeda sambil menjelajahi kota, misalnya, memberi pengalaman berbeda dibandingkan bersepeda statis di dalam ruangan.

Ada pemandangan baru, udara terbuka, lingkungan yang berubah, dan tujuan perjalanan yang membuat aktivitas terasa lebih dinamis.

Pengalaman Luna di Santa Monica memberi contoh bagaimana aktivitas fisik bisa menyatu dengan rekreasi tanpa kehilangan unsur kesenangannya.

Bergerak juga Berkaitan dengan Kesejahteraan

Manfaat aktivitas fisik tidak terbatas pada kebugaran tubuh.

WHO menyebut aktivitas fisik teratur dapat membantu meningkatkan kesehatan mental, kualitas hidup, dan kesejahteraan, sekaligus berkontribusi pada pencegahan serta pengelolaan berbagai penyakit tidak menular.

Namun, penting untuk tidak menyimpulkan kondisi kesehatan seseorang hanya berdasarkan foto atau aktivitas yang terlihat di media sosial.

Fakta bahwa Luna bersepeda menunjukkan dirinya melakukan aktivitas fisik selama perjalanan, tetapi tidak dapat digunakan untuk menilai status kesehatan individualnya secara keseluruhan.

Sudut pandang yang lebih tepat adalah menggunakan aktivitas tersebut sebagai contoh bagaimana liburan dapat tetap memberi ruang untuk bergerak.

Temukan Bentuk Active Vacation yang Sesuai

Tidak semua orang harus bersepeda di Santa Monica untuk menikmati konsep liburan aktif.

Bentuknya dapat sangat beragam.

Berjalan menyusuri pusat kota, berenang, melakukan yoga, hiking ringan, atau memilih berjalan kaki untuk perjalanan jarak pendek dapat menjadi pilihan.

Yang paling penting adalah menyesuaikan aktivitas dengan kemampuan tubuh dan kondisi destinasi.

Jika muncul rasa lemah, pusing, atau keluhan ketika beraktivitas dalam cuaca panas, aktivitas sebaiknya dihentikan dan tubuh dipindahkan ke tempat yang lebih sejuk. CDC menempatkan kelemahan atau rasa hendak pingsan sebagai tanda yang perlu mendapat perhatian saat seseorang terpapar panas.

Liburan Sehat Tidak Perlu Rumit

Perjalanan musim panas Luna Maya di Los Angeles pada akhirnya memberi gambaran sederhana tentang bagaimana aktivitas fisik dapat tetap hadir saat bepergian.

Ia bersepeda di Santa Monica, menikmati ruang terbuka di Griffith Park, tetapi tetap memiliki waktu untuk bersosialisasi dan bersantai bersama teman.

Keseimbangan semacam ini membuat konsep hidup aktif terasa lebih realistis.

Tidak harus selalu berupa latihan intens, tidak perlu menjadikan setiap liburan sebagai program kebugaran, dan tidak perlu mengikuti rutinitas orang lain secara persis.

Yang lebih penting adalah menjaga tubuh tetap bergerak dengan cara yang menyenangkan, memperhatikan kemampuan diri, cukup beristirahat, serta tetap waspada terhadap panas dan kebutuhan hidrasi ketika beraktivitas di luar ruang.

Dengan pendekatan tersebut, perjalanan bukan hanya menjadi kesempatan melihat tempat baru, tetapi juga ruang untuk mempertahankan kebiasaan aktif tanpa kehilangan esensi liburan.

Article ad after last paragraph