Sabtu, 17 Oktober 2026
Hot

Tangani Karhutla, Kemenkes Sebar 2.106 Nakes di Daerah

Kemenkes memobilisasi 2.106 nakes dan jutaan alat kesehatan ke tujuh provinsi guna menangani dampak kesehatan akibat bencana karhutla.

Article ad before first paragraph

HARIANEXPRESS – Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan memobilisasi 2.106 tenaga kesehatan serta jutaan perlengkapan medis ke tujuh provinsi terdampak bencana kebakaran hutan dan lahan. Selasa (13/10/2026)

Pengerahan personel medis hingga 12 Oktober 2026 tersebut menyasar wilayah terdampak di Pulau Sumatera dan Kalimantan. Tenaga kesehatan yang ditugaskan terdiri atas dokter, perawat, bidan, hingga epidemiolog.

Provinsi Jambi menerima alokasi personel terbanyak dengan jumlah 862 nakes, disusul Kalimantan Tengah sebanyak 487 personel dan Sumatera Selatan sebanyak 382 personel.

Sementara itu, Riau memperoleh 209 personel, Kalimantan Barat 121 personel, Kalimantan Selatan 40 personel, dan Kalimantan Timur menerima 5 personel.

Article ad in the middle of article

Selain tenaga medis, pemerintah menyalurkan dukungan logistik dan peralatan medis dalam jumlah besar ke daerah terdampak. Bantuan tersebut ditujukan guna memperkuat posko penanganan kabut asap di lapangan.

“Terdiri dari 2.450.040 pcs masker, 47 unit oxygen concentrator (OC), 1.000 pasang handscoon, 36 tabung oxycan, 100 pcs faceshield, 8 pcs alat pelindung diri (APD), dan 350 dus Pemberian Makanan Tambahan (PMT),” ujar Kemenkes pada Selasa, 13 Oktober 2026.

Kementerian Kesehatan juga memasok perlengkapan tambahan secara khusus ke pusat-pusat krisis kesehatan di Sumsel, Kalsel, Kalteng, Riau, Jambi, Kaltim, dan Kalbar.

Bantuan tersebut meliputi 397.000 lembar masker, 233 unit OC, 40.000 pasang handscoon, 4.900 lembar APD, dan 3 unit air purifier.

Langkah penanganan dipercepat mengingat paparan kabut asap telah memicu 277.075 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di 63 kabupaten/kota pada 7 provinsi.

Sebanyak 62.400 kasus di antaranya diderita oleh anak-anak berusia 0-5 tahun, sementara lebih dari 13 juta penduduk tercatat berisiko mengalami gangguan kesehatan.

“Asap Karhutla mengandung partikel halus PM.25, karbon monoksida, nitrogen dioksida, dan senyawa organik beracun. Paparannya dapat menyebabkan ISPA, iritasi mata/kulit, perburukan Asma dan PPOK, serta peningkatan risiko penyakit jantung dan stroke,” terang Kemenkes pada Rabu, 14 Oktober 2026.

“Perlindungan diutamakan bagi kelompok anak-anak, lansia, ibu hamil, penderita asma/PPOK, serta pekerja luar ruangan,” lanjut Kemenkes.

Guna menampung pasien dan memantau kondisi lingkungan, Kemenkes menyiagakan 1.691 puskesmas serta 87 laboratorium kesehatan masyarakat untuk uji kualitas udara. Warga yang memerlukan pertolongan gawat darurat dapat menghubungi Public Safety Center melalui nomor telepon 119.

“Pemerintah telah siagakan sebanyak 1.691 puskesmas dan 36 RS rujukan yang siap berikan pelayanan untuk menangani berbagai dampak kesehatan akibat Karhutla,” pungkas Kemenkes.

Kemenkes bersama dinas kesehatan daerah dan Balai Kekarantinaan Kesehatan terus melakukan monitoring pencatatan penyakit karhutla serta memantau persediaan obat dan oksigen di fasyankes.

Masker tambahan juga terus dibagikan secara berkala kepada masyarakat di zona paparan kabut asap.

Sumber:
  • https://www.ntvnews.id/news/01121674/tangani-karhutla-pemerintah-telah-kirim-2106-nakes-dan-24-juta-masker-ke-wilayah-terdampak
  • https://jawapos.com/nasional/2610130232/kemenkes-kirim-2106-nakes-ke-wilayah-terdampak-karhutla-catat-nomor-darurat-ini-bila-butuh-bantuan
  • https://ppni-inna.org/detail-berita/Yz8GRp
Article ad after last paragraph