Senin, 14 September 2026
Hot

Pentingnya Memilah Berita di Media Sosial demi Kesehatan Mental

Psikolog Klinis Nena Mawar Sari menyarankan masyarakat memilah informasi negatif di media sosial demi menjaga kesehatan mental. Paparan berita "melelahkan" bisa memicu stres, butuh jeda dan filter.

Article ad before first paragraph

HARIANEXPRESS – Psikolog Klinis Nena Mawar Sari menyarankan masyarakat untuk lebih selektif dalam menyaring informasi dan berita negatif, terutama yang beredar di media sosial. Tindakan ini krusial untuk mencegah terjadinya gangguan kesehatan mental.

Menurut Nena, paparan berita negatif berpotensi membuat seseorang merasa kewalahan bahkan stres. Kondisi ini bisa berkembang menjadi masalah kesehatan mental lain yang lebih serius.

“Hati-hati hal tersebut (berita negatif) bisa membuat kita overwhelmed, bahkan menjadi stres dan kemudian berkembang menjadi masalah-masalah kesehatan mental lainnya. Kata kuncinya cuma satu yaitu, filter,”

Demikian disampaikan Psikolog Klinis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wangaya Kota Denpasar, Bali, ini saat dihubungi ANTARA dari Jakarta pada Jumat.

Article ad in the middle of article

Menyaring Berita dan Mengelola Emosi

Nena Mawar Sari mengimbau masyarakat agar hanya memilah dan memilih berita yang benar-benar bermanfaat. Fokuslah pada informasi yang mendorong pertumbuhan dan perkembangan diri, bukan yang justru membebani.

Ia juga mengingatkan bahwa kesehatan mental individu jauh lebih penting dari hal lainnya. Jika sudah terlanjur terpapar berita negatif, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan.

Pertama, ia menyarankan untuk sejenak menghentikan aktivitas dan mengatur napas. Setelah itu, pikirkan apakah informasi tersebut perlu disimpan atau tidak dalam pikiran.

Kedua, Nena menganjurkan untuk berbicara dengan orang terdekat mengenai hal-hal ringan atau lucu. Tujuannya adalah untuk membantu melepaskan emosi yang terpendam.

Upaya lain yang disarankan adalah istirahat dari konten negatif dan melakukan aktivitas fisik. Bergerak dapat menyalurkan energi dan mencegah seseorang terlalu terpaku pada media sosial.

Konteks Berita dan Penemasi dalam negeri sering dianggap “melelahkan” oleh sebagian masyarakat. Contohnya adalah berita pejabat yang tertangkap operasi tangkap tangan KPK, kasus kriminal, hingga kerusuhan demonstrasi.

Di media sosial, banyak warganet yang mengeluhkan kelelahan akibat banjir informasi mengejutkan setiap hari. Mereka berharap kondisi Indonesia dapat segera membaik.

Sementara itu, Psikolog klinis lulusan Universitas Indonesia, Kasandra Putranto, turut menegaskan urgensi menjaga kesehatan mental bagi siklus kehidupan manusia. Ia merujuk pada konstitusi Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Konstitusi WHO sebelumnya menyatakan bahwa kesehatan adalah keadaan sejahtera secara fisik, mental, dan sosial secara utuh. Ini bukan sekadar kondisi bebas dari penyakit atau kelemahan.

Article ad after last paragraph